Puisi Tentang Kehidupan dan Alam

Jangan Marah dengan Longsor

Karya : Muhammad Lutfi



Jangan timbun para manusia dengan pasir dan abu
Jangan tindas mereka dengan lumpur yang basah
Tubuh mereka akan jadi lumut
Bau mereka akan dingin dan senyap
Dan wajah mereka tercetak di antara bebatuan
Hujan mengguyur dengan deras
Tapi bukan pelan, melahap habis genting-genting tetangga
Angin mulai datang menyerang ibukota
Dan tanah-tanah becek tertumpah menutupi bukit dan jalanan
Merata dengan amarah

Surakarta, 19 Desember 2016

Wajah Ayu nan Cantik Mu

Karya : Muhammad Lutfi

Aku tersipu malu
Hatiku kecut, minder dan wajahku tersapu-sapu
Hatiku saat itu menciut
Menjadi sebuah duri di dada
Dan nafasku memburu rasa cemas
Panggilan dari mulutmu menyuap aku dengan sayang
Cintaku terketuk, terbuka bagi wanita
Hanya kelopak mata tajam
Tertuju ke arahku
Hanya rambut berponi yang membuat diri ini bergema
Di setiap malam mulai kita menjalin kasih


"Waktu"

karya: baiq annalise ilvia

Andaikan waktu mengizinkan
Biarkan ia berhenti sejenak
Gulirkan kecemasan

Dan hari kelam itu tak kan datang
Tapi mau sampai kapan
Hari itu akan datang

Bagai kematian yang telah dijanjikan
Aku tak mau
Tapi bagaimana lagi
Hari kelam itu di ujung hidung
Oh, andaikan waktu mengizinkan


Puisi Tentang Kehidupan dan Alam Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Balqish Al Hidayati

0 komentar:

Posting Komentar