Puisi Mataku Telah Buta

Mataku Telah Buta

Gelombang dihatiku terus bergemuruh, gejolaknya memenuhi sukma
Tekanan jiwaku teramat berat kurasakan
Sungguh, ku ingin rasanya memutar waktu kembali
Agar aku bisa batalkan mengenal dirinya

Kau hancurkan hidupku, setelah sekian lama ku Ikhlas dampingi kamu dalam suka dan duka

Hidup yang kiat berat
Sana sini persoalan datang silih berganti
Kau tak bermata
Nuranimu telah tergadai
Kepahitan demi kepahitan telah kita lalui bersama
Namun sekarang....
Kau tega campakan aku bagai seonggok tanah kering yang tak berguna
Tiap hari air mata ini setia membasuh pedih hatiku
Kemanakah tempatku harus mengadu...
Jeritan bhatin semakin pedih
Mestikah aku diam dan pasrah
karena ulahmu ?
Sementara kau terus mengijak harga diriku

Tuhan....
Ulurkanlah tanganMu untukku
Aku malu pada Orang tuaku
Ku pilih dia dan tak mendengar Nasehat mereka
Sekarang apa yang bisa kubanggakan
Setelah diri hancur dan hancur berkeping-keping
Mestikah aku terus memegang tangis ?
Berdiri diatas duri cinta yang tak bertepi.

Oleh : ILham Subhakti
Kutai Barat, 16 April 2014
https://www.facebook.com/ilham.subhakti

Puisi Mataku Telah Buta Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Balqish Al Hidayati

0 komentar:

Poskan Komentar