Puisi Sebuah Hikmah Kehidupan

Puisi Sebuah Hikmah Kehidupan
Puisi Sebuah Hikmah Kehidupan - Dan semua yang terjadi dalam hidup semua sudah di atur olehNya. Kadang sebuah jalan yang Allah anugerahkan kepada kita sangat terasa sulit untuk diterima. "Sepertinya aku tak bisa menjalani semua ini ya Allah" ucapan klasik. Hanya sedikit orang yang mengetahui bahwa dibalik peristiwa pahit hidup ada sebuah hikmah dibalik itu semua.

Seperti yang saya alami saat ini. Salah satu tumpuan hidup, sumber rezeki tempat menghidupi diri setiap hari demi mencari sesuap nasi dan seteguk air harus terbang tertiup angin. Hati ini pun terluka bagai tertusuk duri dan lemah tak berdaya saat-saat ku menerima sepucuk surat cinta yang pahit. Namun setelah direnungkan kembali, ya semua ini memang baik adanya.

Berikut adalah Puisi Sebuah Hikmah Kehidupan. Sebuah cerita biasa dari kisah nyata kehidupanku.

Pagi, siang, sore, malam...
Pikiran, pandangan hanya terpaku..
Di depan kilauan layar 10 inci.
Di depan sinar kilau monitor tajam

Sembari ku mulai berpikir dan berandai
Berapa pendapatan hari ini?
Berapa lama aku jadi kaya?

Selalu itu dan selalu itu.
Setiap hari, setiap waktu.

Apa aku tlah terbutakan..
Apakah aku memang kecanduan..
Sepertinya iya.

Pernah sesekali ku berpikir.
Kapankah rasa capek lelah ini berakhir?
Apakah sebentar lagi ku raih mimpi-mimpi?
Tidak, masih perlu tenaga ekstra.
Aku harus lebih giat lagi.

Ku meningkatkan daya gedor tenaga.
Seperti layaknya sebah mesin.
Tak kenal lelah, tak kenal ampun
Walau kadang ku kecapean sendiri

Dan semua itu ditebus.
Dengan datangnya surat cinta.
Pedih namun ku mengetahui arti semua ini.
Bahwa Dia sesungguhnya merasa iba.
Terhadap diri ini.
Terhadap apa yang kulakukan selama ini.
Dan ku tahu semua itu tak berjalan sesuai hati

Seperti seseorang bekerja bolak-balik menimba air denan jarak puluhan kilometer.
Mengasilkan tapi butuh tenaga super ekstra, tenaga yang sangat-sangat menguras.
Sementara yang lain bekerja membuat pipa dan saluran air.
Mempelajari sistem pompa air, dan pembuatan pipa.
Pada akhirnya dia yang menang dan selamanya kan menang.
Sementara diri ini, harus rela tersingkir.
Seiring tenaga yang sudah rapuh dan tak berdaya.

Seperti itulah yang terjadi.

Cerita tentang kehidupan ini.

Wawan Setiawan

Puisi Sebuah Hikmah Kehidupan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Balqish Al Hidayati

0 komentar:

Poskan Komentar