Puisi Aku dan Hidupku

Aku dan Hidupku

Entah apa yang terjadi padaku?
Sepertinya aku memang seorang pejuang
Sepertinya Tuhan telah menggariskan
Dan kuditakdirkan tuk jadi pejuang
Pejuang kehidupan..

Perihnya hidup ini..
Tak kurasakan saat ini saja.
Aku sudah terbiasa dengan pahit hidup
Sedari kecil, orangtua tlah mengajari
Hidup yang harus berjuang dan terus berjuang

Ku masih teringat..
Ketika ayah menggendongku.
Mengemban dan mengayunkan langkah
Menuju luasnya hamparan ladang padi

Tlah bersiap bersama karung lusuh putih
Dan seonggok kayu aku menyebutnya 'gebotan'
Ku lihat ayah dan ibu tengah bersiap-siap
Mengambil genggaman padi satu sama lain
Sementara aku duduk terdiam di bawah atap
Yang terbuat dari terpal disana ku menaung

Beberapa saat ku terus memperhatikan mereka
Sembari ku lihat burung beterbangan kesana kemari
Ku lihat keringat ayah mengucur deras
Begitu pun dengan ibu..

'Pasti mereka capek' gumamku dalam hati
Namun si kecil hanya terdiam.
Duduk manis menunggu sang ayah dan ibu
Menyelesaikan semua pekerjaan

Kadang ku tertidur disana..
Karena tak kuasa ku menahan rasa kantuknya
Walau sebenarnya di penuh dengan jerami
Yang siap membuat tubuhmu gatal-gatal

Tapi disitu aku mulai tahu arti hidup
Bahwa hidup memang harus berjuang
Begitu pun denganku.
Dan aku kan terus berjuang.

Karya   :  Wawan Setiawan

Rangkaian puisi indah ini kulayangkan secara khusus ku ucapkan kepada kedua orangtua tercinta yang telah mengajarkan tentang arti kehidupan ini. Thanks my Mom and Dad.

Puisi Aku dan Hidupku Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Balqish Al Hidayati

0 komentar:

Poskan Komentar