Puisi Merana karena Cinta

Puisi Merana karena Cinta
Sebuah puisi rintihan hati dari seseorang yang telah tersakiti. Sebuah bait kata-kata terindah yang teralun dalam rangkaian Puisi Merana karena Cinta berikut :

Pergi memilih dia.

Tetesan darah, rasa sakit masih terasa..
Tertusuk, menikam, mencancap dalam hati..
Saat kau tusuk aku dengan katamu..
Entah apa salahku..
Kau tinggalkan aku pergi..

Terdiam sepi ku meratapi..
Ditinggal cinta ku merasa perih,.
Tak hayal aku menduga..
Kau kini semakin berbeda.

Kehadiran orang ketiga.
Aku tahu kau ingin dia..
Dia..dia.dia.. dan dia.
Aku sungguh tak menyangka..

Tapi apalah daya,
cinta memang tak bisa dipaksakan.
Bila kau ingin pisah,,
Enyahlah, aku terima itu semua
dengan ikhlas dan lapang dada.

Biarlah hati ini sakit..
Asalkan dirimu kan bahagia
Dengan dia..

Dan ku sadar..
Ku bukan yang terbaik untukmu.
Ku tak mampu bahagiakan dirimu..

Dan wahai kamu,.
Aku akan selalu tersenyum bahagia
Walau tanpa kehadiranmu lagi
Walau tanpa suaramu lagi..

Perpisahan ini,,
Ku terima dengan palang dada.
Semoga kau bahagia dengan dia.

Kurelakan kepergianmu

Ku termenung..
Ku tatap langit cerah..
Tapi ku tak menikmatinya

Langit cerah itu,
tak lebih dari awan hitam
yang menyelimuti kesedihan hati
Yang mengalusianasi..
Setiap manusia..

Melihatmu disini..
Kau yang dulu duduk berdua
bersanding bahagia..

Kini hanya harapan hampa..
Karena kau telah pergi dengannya.
Biarlah ku relakan itu.
Kurelakan kepergianmu

Sebuah Puisi Merana karena Cinta khusus bagi anda yang tengah berada dalam sebuah dilema cinta. Bangkitlah kawan, lihatlah ke depan. Karena masih banyak yang lebih baik darinya.


Puisi Merana karena Cinta Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Balqish Al Hidayati

0 komentar:

Poskan Komentar