Puisi Cinta untuk Tuhan

Puisi Cinta untuk Tuhan - Nikmat terbesar dalam hidup ini adalah ketika kita dekat dengan Tuhan. Betapa pun keadaan kita saat ini tak peduli kita kaya atau pun sengsara jika kehidupan kita sangat jauh dari Tuhan apalagi tak ingat sedikit pun atas nikmatnya maka yang akan kita dapat adalah sengsara. Walau orang kaya sekalipun apabila ia ingkar atas nikkmatNya, alih-alih bahagia dengan apa yang dimiliki namun justru ia malah bertindak rakus akan hartanya. Ia hanya sibuk mengumpulkan harta tanpa sedikitpun meluangkan waktu untuk mendekatkan diri padanya.

Puisi Cinta untuk Tuhan
Begitu pula dengan orang miskin, pada hakikatnya tidak jauh berbeda dengan orang kaya yang ingkar nikmat. Ya mereka berdua di perbudak oleh harta, hanya sibuk mengumpulkan harta. Banting tulang, panas, perih, hanya untuk uang. Padahal uang samasekali bukan tujuan melainkan sebuah alat untuk meraih ridhanya semata agar kita hidup bahagia di dunia.

Berikut adalah sebuah karangan Puisi Cinta untuk Tuhan :

Tuhan…
Saat aku menyukai seorang teman
Ingatkanlah aku bahwa ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama dengan yang tak pernah beraakhir
Tuhan…
Ketika aku merindukan seorang kekasih
Rindukalah aku kepada yang rindu cinta sejatimu
Agar kerinduanku padamu semakin menjadi
Tuhan…
Jika aku hendak mencintai seseorang
Temukanlah aku dengan seseorang yang mencintaimu
Agar bertambah kuat cintaku kepadamu
Tuhan…
Ketika aku sedang jatuh cinta
Jagalah cinta itu
Agar tidak melebihi cintaku padamu
Tuhan…
Ketika aku berucap aku cinta padamu
Biarlah ku katakan kepada yang hatinya tertaut padamu
Agar aku tidak jatuh dalam cinta yang bukan karenamu
Semoga dalam hidup kita senantiasa selalu dalam lindungannya. Hidup akan terasa indah apabila Tuhan selalu menyertai kita dalam setiap langkah. Ya Allah, ampunilah dosa hambamu ini. Masukanlah hamba dalam golongan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat bukan golongan orang-orang yang sesat. Aminn
Semoga bermanfaat.

Puisi Cinta untuk Tuhan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Balqish Al Hidayati

0 komentar:

Poskan Komentar