Puisi untuk Ibu yang Telah Pergi

Puisi untuk Ibu yang Telah Pergi.
Dipersembahkan untuk mereka yang telah dipisahkan dalam dua dimensi berbeda dengan sang bunda tercinta. Kepergian sang bunda, adalah untuk kebahagiaan pula.

I Love you, Bunda

Entah mengapa, kurasakan betapa perihnya hati
Teriris, tercecer menggeletak, sedan sedu
Di atas dua bati nisan. tumpukan tanah liat
Taburan bunga-bunga beraroma semerbak

Memandang setiap sudut arah itu
Berurai air mata membasahi pipi
Bak samudera memuntahkan isi
Aku pun demikian tak kuat lagi

Tumpukan tanah dan dua batu itu
Sebenarnya aku belum siap menerima
Dahulu ia yang selalu ada
Dalam indah hari-hariku

Dengannya aku berbagi,
"Mah, hari ini aku dapet nilai bagus"
Pelukan mesara penuh cinta darinya

Pesan, petuah dan nasihat
Selalu saja terngiang-ngiang ditelinga
Kuteringat ketika, ku rasakan cinta
Dari setiap kata-katanya

Kini, kutermenung sendiri.
Kini, beliau telah tiada lagi

Siapa kini pemberi nasihat
Siapa kini penegur dikala khilaf
Siapa kini pemberi pelukan mesra itu

Oh bunda, kepergianmu terasa berat bagiku
Rasanya aku ingin hidup abadi denganmu
Bukan. Tidak mungkin itu.

Oh bunda aku akan selalu mencintaimu

Kau telah kembali kepada cinta dan kasih sayangNya
Tuhan Semesta Alam
Kini kuserahkan kepadamu, wahai Rabb-ku
Allah yang akan cinta dan selamanya ada disampingmu
Dalam nirwana surga penuh dengan keindahan

I Love you, Bunda.

Karya : Wawan Setiawan

Demikian Puisi untuk Ibu yang Telah Pergi. Semoga bermanfaat.

Puisi untuk Ibu yang Telah Pergi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Balqish Al Hidayati

0 komentar:

Posting Komentar